Perbedaan Gelar Depan dan Gelar Belakang pada Ijazah: Penempatan dan Contoh

Penulisan gelar pada ijazah merupakan hal penting yang seringkali menjadi kebingungan bagi sebagian orang. Gelar ini menandakan pencapaian seseorang, terutama dalam bidang pendidikan. Namun, ada dua jenis gelar yang harus dipahami dalam penulisan ijazah, yaitu gelar depan dan gelar belakang. Masing-masing gelar memiliki aturan penempatan dan jenis yang berbeda. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan gelar depan dan gelar belakang serta contoh penggunaan gelar pada ijazah.
Apa Itu Gelar Depan dan Gelar Belakang?
Gelar Depan adalah gelar yang ditempatkan di depan nama pemegangnya, sebelum nama pertama. Gelar ini umumnya lebih bersifat eksklusif dan hanya diberikan kepada orang-orang dengan pencapaian tertentu, seperti gelar agama atau gelar profesi. Sementara itu, Gelar Belakang ditempatkan di belakang nama pemegangnya dan sering kali berhubungan dengan pencapaian dalam pendidikan formal.
Contoh Gelar Depan
Ada beberapa jenis gelar depan yang sering digunakan di Indonesia, terutama yang berhubungan dengan pencapaian agama dan profesi. Beberapa gelar yang dapat disematkan di depan nama pemegangnya adalah:
- Gelar Haji/Hajah – Digunakan oleh seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji.
- Contoh: H. Agus Hariyanto, Hj. Siti Aminah
- Gelar Dokter (Profesi) – Gelar yang diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan di bidang kedokteran.
- Contoh: dr. Agus Salim
- Gelar Doktoral (Pendidikan) – Gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan S3.
- Contoh: Dr. Agus Jabo
Contoh Gelar Belakang
Berbeda dengan gelar depan, gelar belakang lebih bervariasi dan biasanya berkaitan dengan jenjang pendidikan formal yang telah diselesaikan. Gelar ini diletakkan setelah nama pemegangnya, dan sering kali disertai dengan singkatan yang menunjukkan tingkat pendidikan. Berikut adalah contoh gelar belakang:
- Gelar Sarjana (S1) – Contohnya adalah gelar Sarjana Hukum (S.Hum) atau Sarjana Ekonomi (S.E.).
- Contoh: Agus Saja, S.Hum
- Gelar Magister (S2) – Digunakan untuk menandakan seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan Magister.
- Contoh: Agus Rahman, M.Ag
- Gelar Sarjana dan Magister Gabungan – Pada beberapa ijazah, dapat ditemukan kombinasi gelar S1 dan S2.
- Contoh: Ismail Nurrohim, S.Ip., M.Hum
Perbedaan Gelar Depan dan Gelar Belakang
Ada beberapa perbedaan utama antara gelar depan dan gelar belakang pada ijazah. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai perbedaan keduanya:
- Letak Penempatan Gelar
- Gelar Depan diletakkan sebelum nama pemegang gelar, seperti halnya gelar haji atau gelar dokter.
- Gelar Belakang ditempatkan setelah nama pemegangnya dan biasanya berupa gelar akademik atau profesional.
- Jenis Gelar yang Ditempatkan di Depan
Gelar depan hanya dapat disematkan untuk gelar tertentu yang sifatnya lebih eksklusif dan tidak banyak orang yang memilikinya. Gelar-gelar seperti haji, dokter (profesi), dan doktor (pendidikan) adalah contoh gelar depan yang sering digunakan. - Strata Pendidikan Gelar
Gelar-gelar yang berhubungan dengan pendidikan seperti S1 (Sarjana) dan S2 (Magister) biasanya diletakkan di belakang nama pemegangnya. Sebaliknya, gelar lebih tinggi seperti Doktoral (S3) ditempatkan di depan nama untuk menandakan tingkat pencapaian yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Penting untuk memahami perbedaan penempatan gelar depan dan gelar belakang dalam penulisan nama pada ijazah. Gelar depan lebih banyak digunakan untuk menunjukkan prestasi dalam bidang agama atau profesi tertentu, sedangkan gelar belakang berkaitan dengan jenjang pendidikan akademik seseorang. Menggunakan gelar dengan tepat akan menunjukkan pencapaian seseorang secara jelas sesuai dengan status akademik atau profesi yang dimilikinya.